PERINGATAN 100 TAHUN

Meski dimakamkan di TMP Kalibata dan diberi gelar Pahlawan Nasional, tidak mudah bagi seseorang untuk mengingat Sjahrir karena tokoh ini jauh dari hingar-bingar popularitas seorang demagog seperti Soekarno. Soekarno begitu memukau massa sehingga sosoknya mudah melekat dalam memoria individual atau kolektif.

BERITA

Seminar Linggajati di Belanda PDF Print E-mail
Thursday, 08 October 2009
Tanggal 28 September 2009 bertempat di Aula perpustakaan Kerajaan Belanda beralamat di Prins Willem Alexanderhof, Den Haag diadakan Seminar dan Eksibisi Perundingan Linggajati, sebuah Jembatan Hubungan Indonesia-Belanda. Seminar dan eksibisi bisa terlaksana atas kerja sama Dep.Lu RI, ANRI, Arsip Kerajaan Belanda, SVL, dan Yayasan Erfgoed Apeldorn.

Acara 2 hari ini (28 dan 29 September 2009) terbilang rame. Hampir sebagian adalah orang Belanda. Tampak hadir Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Belanda, JE Habibie bersama staf, Duta Besar Indonesia untuk Belgia bersama staf dan Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Inggris (United Kingdom) bersama staf. tampak pula tokoh Sejarawan Belanda seperti Drooglever, Harry Poeze, Jenderal Bouman, dan masih banyak lagi. Juga tampak mantan ketua KITLV Jaap Erkelen, Ibrahim Isa, Joty Terkulve, Dr Willem van Os bersama sejumlah pengurus SVL (yayasan teman-teman Linggajati) dan teman-teman dari yayasan Belanda Erfgoed Apeldorn.

Seminar secara resmi dibuka oleh Duta Besar Habibie dan Key Note oleh Direktur Jenderal Diplomasi Publik Dep.Lu, Andri Hadi. Pembicara dibagi 2 Sesion masing-masing pada Sesion 1, Sejarawan Belanda, Sejarawan Indonesia dan wakil dari Parlemen Belanda (dalam hal ini oleh Mr Hans Baalen). Sesion ke 2 berbicara kepala Arsip Belanda, Marti Berendse, wakil dari ANRI dan terakhir Siti Rabiah Parvati Sjahrir selaku putri Sutan Sjahrir.

Ketika Upik (panggilan akrab Parvati Sjahrir) menyampaikan personal memory-nya dengan ayahnya Sutan Sjahrir, banyak hadirin yang menitikkan air mata. Penyampaiannya begitu dramatis sehingga para hadirin menyambut pada akhir penyampaian dengan "Tepuk tangan Berdiri (standing applause)". Dalam acara ini juga dipertunjukkan film: Sejarah Diplomasi Indonesia-Belanda periode 1945-1949. Film yang rupanya dokumen arsip Belanda ini amat bagus dan informatif. Mungkin nanti bisa pula diputar di Indonesia.

Komentar: Acara bersama Indonesia-Belanda untuk mengungkapkan peristiwa sejarah secara baik dan benar rasanya amat perlu. Kebenaran Sejarah harus senantiasa diungkapkan demi pencerahan baru di hari kemudian.(rh)
Comments
Add New
willem A. van Os.  - MD. PhD. F.I.C.M.C.H.   |01-01-2010 00:00:33
Dear Organizers,

It was an excellent performance symposium and I hope that this will lead in a cooperation between the Republic of Indonesia and the Kingdom of the Netherlands with the aim and ultimate goal that the Republic of Indonesia will be introduced to the European Union as a Preferred nation status
My advice for the near future .!!!!

WIllem A. A. van OS.

MD. Ph.D. F.I.C.H.C.M.
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
Please input the anti-spam code that you can read in the image.

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

Last Updated ( Thursday, 08 October 2009 )
 
< Prev   Next >
Support by pinterhosting.com ©2009 sutansjahrir.com | Disclaimer